Main menu

Default shortcuts

Alexa widget

Facebook Login

Connect

Who's online

There are currently 0 users online.

Powered by Drupal

You are here

MASA LALU

<p>Ditulis oleh Pakpahan Herman</p> <p> Pengalaman ini satu kisah nyata yang perlu aku saksikan kepada semua orang selain tulisanku yang lainnya, sudah lama aku simpan di dalam PC ku. Kisah ini benar terjadi di tahun 2001 yang lalu.</p> <p> Minggu 7 Januari 2001<br />  </p> <p> Hari ini hari pertama toko ku buka karena libur panjang Tahun Baru, biasa di kota ******* ini karena mayoritas ***** semua orang pekerja banyak yang meminta libur di Tahun Baru. Demikian juga aku memberikan libur untuk dua orang karyawanku di toko handphone selular ku. Pagi hari (sebut saja Nana-red)sudah datang dan membawa tasnya dari kampung nya di pinggiran kota ******* tapi sahabatnya tidak ikut, karena (sebut saja wati-red) akan menikah tanggal 20 nanti. Nana membawakan oleh-oleh kue lemang dan kartu undangan pernikahan wati</p> <p> Siang hari aku bertanya kepada Nana apa mungkin ada saudara atau keluarga atau sahabat nya yang butuh pekerjaan, karena aku membutuhkan satu orang pengganti Wati, namun Nana bilang belum ada yang bisa dia ajukan untuk bekerja di toko ku sebagai pengganti Wati.<br /> Aku tidak mungkin membiarkan Nana sendirian bekerja membantu ku.</p> <p> Malam setelah menutup toko, kami berdua berdoa mengucap syukur dan memohon TUHAN mengirimkan seorang yang bisa menggantikan Wati untuk bekerja di toko ini. Terima kasih TUHAN, Rejeki Hari ini.</p> <p> Senin 8 Januari 2001</p> <p> Aku dan karyawanku tinggal di ruko yang saya kontrak untuk membuka toko handphone selular ini, kami hidup seperti saudara tidak ada yang berfikir lain, namun pagi ini saat aku bangun tidur mau mengajak Nana untuk renungan pagi, terasa ada yang berkurang, kami tinggal berdua karena Wati sudah berhenti. Sepanjang hari ini akupun terlibat bahkan menggantikan peran Nana untuk melayani pelanggan.</p> <p> Siang tadi sangat ramai pelanggan, dari yang sekedar melihat aksesories handphone, sampai yang membeli handphone baru sangatlah ramai, mungkin karena hadiah Tahun Baru yang dikumpulkan untuk membeli hari ini. Benar – benar ramai hari ini.</p> <p> Malam seperti biasa sebelum tutup aku dan Nana menghitung semua penjualan, Puji TUHAN sangat besar penjualan hari ini. Kami masih berdua malam ini, Nana kelihatan mulai segan dan segera masuk ke kamarnya. Aku pun jadi serba salah, karena biasanya Nana berdua dengan Wati, namun sudah dua hari dia sendirian. Aku keluar bertemu teman-teman klub sepeda motorku malam ini.</p> <p> Jam 12 aku sudah pulang dari kafe samping sungai *******, kamar ku di bagian depan sehingga tidak mengganggu tidurnya karyawanku si Nana yang kamarnya di bagian belakang.</p> <p> Selasa 9 Januari 2001</p> <p> Setelah renungan pagi tadi pagi, aku dan Nana sengaja tidak memasak. Biasanya kami memasak untuk seharian. Tapi aku pesan ke Nana tidak usah masak dulu, kita beli makan di luar saja. Karena hari ini aku setengah hari mau ke kota *******, siapa tahu ada keluarga yang mau bekerja. Hasil nya nol besar, karena saudara di ******* pun pada sekolah dan bekerja di kota *****.</p> <p> Sepulang dari ****** aku sampai di toko sudah jam 3 sore, aku kehujanan di perjalanan. Saat memarkirkan sepeda motorku, kulihat ada seorang wanita muda duduk di bangku tamu dengan tas di dekat kakinya, dan begitu aku masuk Nana memberitahukan aku bahwa wanita itu datang untuk melamar bekerja. Aku senang sekali karena sudah ada yang menemani Nana bekerja bergantian. Seperti biasanya kalau Nana mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak dan menuci maka Wati lah yang bertugas melayani pelanggan di toko. Sudah ada pengganti Wati dalam hatiku. “ Sebentar ya mbak, saya ganti baju dulu ucapku untuk meminta wanita itu menunggu ku”.</p> <p> Wanita ini punya KTP asal ******, kenapa jauh sekali untuk menjadi pelayan toko di kabupaten di ******** ini pikir hati ku saat menginterview nya. “ saya sudah tiga tahun di ******ini bang, jawab Lulu (nama samaran –red)”</p> <p> Mala mini Nana sudah ada kawan nya di kamar, Lulu namanya, dia berasal dari ***** dan Asli *********.<br /> Kupesankan kepada Nana besok pagi beli makan dari luar saja, tidak usah memasak, biar Nana bisa mengajarkan banyak hal kepada Lulu, dan saya harus berangkat ke sibolga untuk belanja pulsa isi ulang, karena Cuma hari rabu belanja pulsa.</p> <p> Malam ini aku bersyukur TUHAN mengirimkan Lulu membantu aku di toko ku ini, Penjualan pun tetap tidak menurun, sehingga besok aku bisa belanja pulsa lebih banyak lagi minggu ini.</p> <p> Rabu 10 Januari 2001</p> <p> Pagi sekali kami biasa sudah bangun jam 5 untuk renungan dan selesai renungan aku segera berangkat ke ****** satu setengah jam perjalanan menuju ********, dan ini sudah kebiasaan di toko khusu untuk hari rabu. Aku pulang ke ****** dan tiba jam 11 pagi, aku istirahat sebentar. Saat istirahat di lantai atas, saat memandangi kota ini aku dikejutkan oleh ibu pemilik rumah toko yang aku sewa. “ Bos, kalau pelacur yang kamu masukkan ke dalam rumah ini, lebih baik uang kontrakmu aku kembalikan dan silahkan keluar dari rumah toko ini.” Aku terkejut setengah mati dengan ucapan ibu itu. Aku ajak ibu itu bicara baik-baik ke dalam rumah nya yang tidak jauh dari rumah toko. Aku mendapatkan info bahwa Lulu adalah pelacur di kota *****dan juga terkadang di *****. Aku benar-benar tidak tahu kalau Lulu itu pelacur. Aku janji kepada ibu pemilik rumah untuk selesaikan masalah ini, aku segera menemui Lulu, dan aku ajak dia bicara empat mata di lantai dua dari toko ini.</p> <p> Benar dia adalah seorang pelacur dan dia minta aku melupakan masa lalu nya agar dia bisa bekerja lebih baik di toko tanpa harus kembali kepelacuran lagi.<br /> Satu sisi berat kurasakan, dia mau meninggalkan masa lalunya sebagai pelacur namun jika aku mempertahankan dia di toko ku ini maka ibu pemilik rumah ini akan mengusir aku.</p> <p> Malam itu aku telepon sahabatku yang juga punya toko handphone di kota ***** untuk menerima Lulu bekerja dengan nya. Esok pagi nya aku antar Lulu ke mobil travel yang menuju kota ****. Dan aku harus mencari pengganti Lulu lagi, karena tidak mungkin Nana sendirian. Aku berpesan kepada Lulu, “ dek, aku tidak melihat dirimu dengan masa lalu mu, tapi orang lain masih melihat mu dengan masa lalu mu. Dan aku tidak bisa memaksakan orang lain itu sama memandang diri mu seperti aku memandang masa lalu mu itu. Tapi aku berdoa kau akan berhasil di kota **** di toko sahabat ku itu, jaga nama baik ku karena aku yang mengusulkan dirimu bekerja dengan sahabatku itu.”</p> <p> “ Iya bang, Aku Janji akan membuat abang bangga, seperti aku bangga mengenal abang”. Kami berpisah.</p> <p> Semua kita yang hidup mempunyai masa lalu, baik itu masa lalu yang baik maupun yang buruk. Menataplah Kepada TUHAN saja agar kita bisa melanjutkan hidup kita yang baru. Puji TUHAN.</p> <p> Kisah ini benar terjadi dan puji TUHAN Lulu sudah menjadi Krsiten namun mengikuti Gereja sahabatku yang di ****** tersebut. Saya teringat kisah ini dan ingin menceritakan nya karena sudah 11 tahun yang lalu di saat Lulu masih berumur 21 tahun dan sekarang dia sudah 32 tahun baru menerima TUHAN 25 November 2012 yang lalu, Sahabat ku menelepon aku memberitahukan kabar baik ini.</p> <p> Firman TUHAN sebagai Perenungan bagi kita semua pada malam hari ini Senin 03/12/2012</p> <p> Amsal 17:17. Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.</p> <p> Yang Suka Dengan Tulisanku Ini dan Berbahagia Atas Kasih Karunia TUHAN Katakan AMIN Saudara.<br />  <br />  <br />  </p>

Facebook Comment