Main menu

Default shortcuts

Alexa widget

Facebook Login

Connect

Who's online

There are currently 0 users online.

Powered by Drupal

You are here

GAJAH MENURUT KU

<p>Ditulis oleh Pakpahan Herman</p> <p> Satu kali seorang psikiater melakukan penelitian untuk tesis nya, dia mengajak 4 (empat) orang buta dari lahir bermain ke kebun binatang. Dia memlih keempat orang buta tersebut dengan kriteria adalah memang buta dari lahir untuk membuktikan pengenalan hal baru yang sibuta tidak pernah tau sebelumnya.</p> <p> “ Hari ini kita akan berangkat ke kebun binatang di kota kita ini, saya akan mengajak kalian semua untuk mengenal gajah lebih dekat lagi, kita akan berinteraksi dengan seekor gajah yang sudah jinak dan terlatih.” Ucap si psikiater kepada keempat orang buta itu. “ horee… kita akan menjamah gajah yang katanya binatang besar itu” teriak si buta yang bernama Amir, lalu si Budi menjawab “ nanti aku yang lebih dahulu menjamah gajah itu”, SI Candil tidak mau ketinggalan “ aku lah yang akan memeluk gajah itu”, Si Dedy juga gembira dan berkata “ aku akan menarik gajah itu dan akan kubawa pulang”.<br /> Keempat orang buta ini begitu senangnya, mereka saling berpendapat dan berkomentar tentang gajah, selama perjalanan dari panti tuna netra menuju kebun binatang tidak henti-hentinya mereka membicarakan gajah, sampai mereka di kebun binatang, lalu psikiater mengajak mereka masuk ke kandang gajah dikawal oleh sang pawang gajah. Si Amir langsung memegang dan meraba-raba, si Budi juga, si Candil langsung memeluk dan si Dedy menarik-narik gajah itu. Setelah puas dengan apa yang mereka lakukan lalu mereka di ajak ke dalam ruangan.</p> <p> Psikiater bertanya kepada masing-masing sebagai berikut, “Sebutkan pendapat anda mengenai gajah setelah menjamah gajah tersebut?!”. Si Amir menjawab “ Pak, Gajah itu seperti pipa yang besar dan elastis juga mempunyai lubang dua yang lebih kecil”. Si Budi menjawab “ Pak, Gajah itu seperti batu keras dan berbentuk panjang” , Si Candil menjawab “ Pak Gajah itu setelah saya memeluknya tidak beda jauh dengan pohon kelapa di belakang panti yang sering saya peluk”, dan si Dedy menjawab “ Pak, Gajah itu sama sekali dengan tali kapal Cuma di bawah ada rumbai-rumbainya”. HP</p> <p> Kita juga sama seperti keempat orang buta itu, seringkali berfikir dengan pemikiran kita sendiri, terkadang bahkan memaksakan pendapat dan pemikiran kita, bukan berdasarkan kepada kebenaran.<br /> Firman TUHAN sebagai Perenungan bagi kita semua pada Sore hari Jumat ini 30/11/2012</p> <p> Galatia 5 :7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?</p> <p>  </p>

Facebook Comment