Main menu

Default shortcuts

Alexa widget

Facebook Login

Connect

Who's online

There are currently 0 users online.

Powered by Drupal

You are here

DOA UNTUK KEDATANGAN BUS

<p>DOA UNTUK KEDATANGAN BUS</p> <p> Selamat Pagi Sahabat, Firman TUHAN bagi kita semua untuk sepanjang hari ini Kamis 27 Desember 2012</p> <p> Mazmur 66:19 Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan.</p> <p> Mein sekolah siang untuk anak kelas 1 di SD 105 Caltex Bekasap Duri Riau, seperti biasa tiap hari jumat Mein dan ibunya menunggu Bus jemputan pelajar yang disediakan oleh perusahan minyak untuk mengantar jemput pelajar dan pegawai datang lebih cepat. Biasanya kalau hari jumat jam 11 bus sudah datang, Mein dan Ibunya sudah dari jam 10 : 45 menunggu di halte. Waktu sudah menunjukkan waktu jam 12:05, tak satu pun bus atau angkutan umum yang melintas. Ibu mengajak Mein berdoa agar TUHAN mengirimkan kendaraan yang mengantarkan mereka sampai ke SD 105. Lalu Ibu nya mein yang guru itu berdoa “ BAPA.. KAMI SUDAH LAMA DI HALTE INI MENUNGGU BUS TIDAK DATANG JUGA, ANGKUTAN UMUM PUN TAK ADA SATU PUN YANG LEWAT. KIRIM KAN TUHAN KENDARAAN YANG AKAN MENGANTARKAN KAMI KE SEKOLAH. AMIN”. Tak berapa lama Mein berkata “ Ma, Mein belum berdoa, kan tadi mama yang berdoa. “Oh iya mama lupa, ayo kita berdoa lagi “ jawab ibunya. Lalu Mein berdoa “TUHAN MEIN DAN MAMA MAU KE SEKOLAH, TUHAN PASTI KIRIMKAN BUS GANDENG YANG BIASA MENGANTARKAN KAMI KE SEKOLAH, AM…IN”, belum selesai Mein mengucapkan amin bus gandeng yang biasa mengantar jemput pelajar sudah datang di depan mereka dan membunyikan klakson bus nya yang sangat besar dan mengejutkan Mein dan Ibunya saat masih berdoa.</p> <p> Mein dan ibunya segera menaiki bus gandeng tersebut, dan di dalam tidak ada satu orang pun penumpang, lalu Ibu dan Mein duduk di belakang supir yang sudah tua rambutnya uban semua. Dengan sopan pak tua supir bus tersebut menyapa “ Maaf Ibu, semua angkutan dan bus demonstrasi perbum di pokok jengkol (persimpangan yang selalu dijadikan tempat ngetem angkutan), makanya sepi jalanan ini. Saya akan mengantarkan Ibu dan anak ibu ke sekolah”. “ Terima kasih Bapak supir, jawab Ibu dan Mein bersamaan”.</p> <p> Kita selalu berdoa karena sudah menjadi hal kebiasaan, Mein berdoa dengan keyakinannya bahwa berdoa dengan TUHAN adalah suatu kepastian. HP</p> <p> Yang Suka Dengan Tulisanku Ini dan Berbahagia Atas Kasih Karunia TUHAN Katakan AMIN Saudara.<br /> Ditulis oleh Pakpahan Herman. Silahkan di bagikan jika anda anggap tulisan ini berguna bagi anda dan sahabat – sahabat anda.</p>

Facebook Comment